Saturday, September 23, 2017

Ini Dia Rahasia Stamina Orang Papua Yang Bisa Anda Tiru dan Praktekkan!

Amole!

Saya mengenal sari buah merah pertama kali ketika Calon Suami saya waktu itu masih tinggal di Papua, mengirimkan kepada Calon Ibu Mertuanya  (Ibu saya) Sari Buah Merah yang terkenal sebagai obat tradisional dari Papua.
Ibu saya menderita Maaf yang cukup lama dan beliau mencoba Sari Buah Merah. Namun sayangnya tidak cocok dilambung Ibu. Andaikan kala itu saya lebih mengenal Herba Papua, saya lebih menyarankan penggunaan Sarang Semut karena lebih efektif bagi penderita Maag. Namun begitu bukan berarti Sari Buah Merah jelek ya karena seberapa efektif pengobatan herba tergantung pada fisik seserang dan apa yang dikonsumsi seseorang kala itu.
Masyarakat Papua seperti yang saya kenal, mempunyai fisik yang tangguh. Para wanitanya terutama terbiasa bekerja keras diladang bahkan ketika sudah panen, mereka jugalah yang menjualnya di pasar. Sedangkan para lelakinya seringkali tidak memakai baju sehari-hari baik saat bekerja ataupun tidak, padahal kalau kita mungkin sudah masuk angin kali ya J
Rupanya, para Pria dan Wanita ini biasa mengkonsumsi Buah Merah menjadi bumbu masakan terutama saat pesta bakar batu.  Setiap kepala keluarga rata-rata mempunyai satu pohon Buah Merah.  Barangkali ini salah satu rahasia stamina mereka yang kuat.
Mengenal Buah Merah Asli Papua


Sari buah merah merupakan sejenis tanaman atau buah yang tumbuh di daerah sekitar Gunung Jayawijaya, Papua. Buah merah ini mempunyai Nama Latin Pandanus Conoideus karena bentuknya yang panjang dan tergolong dalam tanaman pandan-pandanan. Panjang buah ini bisa mencapai 55 cm, diameternya sekitar 1—15 cm dan beratnya 2-3 kgs. Warna Merah Marunnya terang saat matang. Buah ini sering disajikan untuk makanan pada saat pesta adat oleh Masyarakat Wamena.
Manfaat Sari Buah Merah dalam Mengatasi Berbagai Macam Penyakit
Berdasarkan bukti Empiris pada orang-orang yang telah mengkonsumsinya. Di lansir dari situs Deherba, sebuah situs yang cukup terkenal membahas Herba-Herba berkhasiat di Indonesia, sari buah merah terbukti ampuh mengatasi penyakit-penyakit di bawah ini:
  1. Kanker dan Tumor. Saribuah mengandung Tokoferol (Vitamin E) dan Betakaroten yang tinggi. Senyawa tersebut merupakan Antioksidan yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
  2. HIV dan AIDS. Sari buah merah memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan memecah senyawa protein yang menjadi makanan virus HIV / AIDS.  Akibatnya, virus HIV/AIDS tersebut semakin melemah karena tidak memperoleh makanan untuk pertumbuhannya.
  3. Darah Tinggi
  4. Asam Urat
  5. Stroke
  6. Gangguan pada Mata
  7. Herpes
  8. Diabetes Melitus
  9. Osteoporosis
  10. Ambeien
  11. Lupus
  12. Meningkatkan Libido
  13. Membantu meningkatkan kecerdasan

Bagimana kaitan Sari Buah Merah dan Penyakit penyakit di atas bisa membaca artikel menarik dari situs Deherba yang berjudul "Khasiat Buah Merah". Tulisannya sangat panjang dan akurat sehingga saya sangat menyarankan Anda membacanya terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli Sari Buah Merah.

Kandungan Gizi Sari Buah Merah

Energi     : 394 kal
Protein   : 3.300 mg
Lemak    : 28.100 mg
Serat      : 20.900 mg
Kalsium : 54.000 mg
Air           : 0,76 %
Fosfor    : 30 mg
Besi        : 2,44 mg
Vit B1     : 0,9 mg
Vit C       : 25,7 mg
Nialin     : 1,8 mg
Efek Samping Buah Merah yang sebaiknya Anda ketahui
Tidak seperti Sarang Semutng Semut yang tidak memiliki efek samping, Sari Buah Merah ketika dikonsumsi memiliki efek samping yang perlu Anda Waspadai. Diantaranya adalah;
  • Lemas, Mual dan MengantukHal ini disebabkan karena efek sedatif / penenang dari Sari Buah Merah.
  • Gatal-gatal di tenggorokan dan Diare. Hal ini disebabkan karena sebelum dan sesudah mengkonsumi Sari Buah Merah, Anda lupa minum air putih. Jadi diusahakan minum air putih sebelum dan sesudah mengkonsumsi Sari Buah Merah yaa.
  • Setelah mengkonsumsinya, kita merasakan segar di badan seolah-olah Badan kita habis di pijat refleksi.
  • Kesakitan pada bagian tubuh yang bermasalah. Contoh penderita kanker payudara akan merasakan sakit pada payudaranya, pada penderita kanker paru-paru akan merasakan sakit pada paru-parunya, begitu juga pada penderita lainnya. Hal ini biasanya terjadi pada hari pertama dan kedua setelah mengkonsumsi Sari Buah Merah.
  • Peningkatan kadar kolesterol. Sari Buah Merah di masak pada temperatur tinggi hingga menghasilkan minyak jenuh. Jadi Sari Buah Merah hendaknya dikonsumsi tidak berlebihan.
  • Pengenceran Darah. Hal ini tidak akan terjadi jika Anda mengkonsumsi sesuai Aturan. Hindari obat seperti Aspirin dan sejenisnya ketika mengkonsumsi Sari Buah Merah.
  • Bagi Anda penderita Darah Kental, Darah Tinggi dan Stroke disarankan mengkonsumsi Sari Buah Merah namun HARUS SESUAI ATURAN. Kalau BERLEBIHAN dalam mengkonsumsinya akan mengakibatkan pembuluh darah pecah.
  • Sari Buah Merah mengandung Zat Besi yang tinggi. Jadi Anda tidak disarankan mengkonsumsinya berlebihan karena kelebihan Zat Besi tidak bisa dikeluarkan melalui feses / tinja.
  • Over dosis jarang ditemui pada konsumsi Sari Buah Merah karena kandungan terbesar dari Sari Buah Merah adalah Vitamin dan Mineral.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsi Sari Buah Merah
  • Konsumsi sesuai Aturan pada label yang tercantum untuk menhindari efek samping yang tidak diinginkan
  • Sebelum mengkonsumsinya. Cari tahu kondisi kesehatan Anda seperti Gula Darah, Asam Urat, Kolesterol, jantung, maag, tekanan darah dan kondisi kesehatan lainnya.
  • Disarankan mengkonsumsinya sebelum makan karena biasanya setelah minum Sari Buah Merah Anda akan merasakan mual dan ingin muntah. Jadi sebaiknya konsumsi sebelum makan supaya tidak sia-sia Anda makan.
  • Jika Anda saat ini sedang dalam pengawasan dokter, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda jika Anda ingin mengkonsumsi Sari Buah Merah.
Proses Pembuatan Sari Buah Merah

Bagaimana proses pembuatan Sari Buah Merah? Berikut penjelasannya.

  1. Pilihlah buah merah yang sudah tua dan besar dari jenis buah merah bargom atau maler yang bisa menghasilkan minyak buah merah yang banyak dan banyak kandungannya.
  2. Memotong, membuang empulur, mencuci sampai bersih dari debu yang menempel pada buah merah dengan menggunakan sikat dan air bersih.
  3. Mengkukus atau merebus buah merah hingga masak kurang lebih selama 1 hingga 1,5 jam untuk memudahkan dalam mengeluarkan minyak sari buah merah.
  4. Memisahkan antara air, biji buah merah, ampas buah merah dan minyak sari buah merah
  5. Minyak sari buah merah diendapkan selama 15 sampai 30 hari.
  6. Minyak sari buah merah disimpan dalam botol kaca atau botol plastik yang steril.


Rekomendasi dari kami, Merek Sari Buah Merah yang berkualitas

Kami merekomendasikan Minyak Buah Merah Produksi AGRO HERBAL HUSADA Pondok Pesantren Istiqomah Walesi - Wamena dengan mempertimbangkan faktor berikut;

  1. Produsen sudah mempunyai izin dari Dinas Kesehatan
  2. Harga yang lumayan terjangkau
  3. Produk Berkualitas
Produk ini mempunyai 2 Varian yaitu ukuran 250 ml dan 500 ml. 



Salam,
Ibu Chandra

Selanjutnya: Intip Paket Baju Adat Papua Perempuan dan Laki-Laki Dewasa! Sekarang Anda bisa membeli Paket Baju Adat Papua dengan variasi yang berbeda.






Wednesday, September 13, 2017

Herba Ajaib dari Papua, Sarang Semut yang Ampuh Mengatasi Kanker dan Tumor dalam 3 bulan!

Amole!

Anda pernah merasakan rasa sakit Maag? Sangat tidak menyenangkan bukan? Saya mengidap penyakit Maag kurang lebih setahun belakangan ini.  Maag saya sering kambuh jika saya terlalu banyak makan yang bersantan dan gorengan. Duh tobat deh rasanya kalau lagi kambuh. Nah belakangan ini, saya rajin minum Ekstrak Sarang Semut.  Setelah membaca berbagai macam literatur tentang khasiatnya, saya memutuskan untuk mencobanya. Dan Alhamdulillah, sampai saat ini maag saya belum pernah kambuh (duh semoga jangan pernah lagi deh). Yang jelas, disamping meminum herba, usahakan menghindari makanan yang dilarang / pantang. Karena meskipun minum Herba, kalau semua makanan masuk ya sama aja. Minum Herba harus dibarengi dengan komitmen untuk tetap menjaga kesehatan.

Sarang Semut, seperti apakah tanaman tersebut?


 Apa yang ada dibenak Anda ketika membayangkan Sarang Semut? Suatu gundukan di tanah dengan sarang semut di dalamnya? Anda tidak sepenuhnya salah.

Sarang semut adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus “ Mrymecodia “, suatu genus tanaman Mirmekofita Epifit, yang berasal dari Asia Tenggara dan kepulauan besar yang terbentang sampai Queensland, Australia.  Istilah Myrmecodia berasal dari bahasa Yunani Myrmekodes yang artinya “mirip semut” atau “dikerumuni semut”. 

Sarang semut tumbuh pada dahan atau batang tumbuhan dan banyak ditemukan di Papua. Di alam, akar umbi Sarang Semut biasanya menjuntai pada cabang-cabang tanaman tanpa jumlah substrat yang signifikan, sehingga bergantung pada proses simbiosis untuk kebutuhan nutrisinya. 


Tanaman ini menghantarkan sari makanan dan air melalui bongkot coklat keabu-abuan yang mengembang dan ditumbuhi duri-duri.  Batangnya yang tebal dan tidak bercabang terbungkus oleh klipeoli dan alveoli yang juga mengandung duri dan dipenuhi oleh daun-daun kecil (Sumber: Wikipedia).

Khasiat Sarang Semut yang wajib Anda Baca!

Ampuh mengatasi kanker dan tumor berdasarkan pengalaman para pengguna.
Menghilangkan benjolan-benjolan Abnormal.
Gangguan Jantung.
Strok berat dan ringan.
Mengganggu mengatasi lupus.
Gangguan ginjal dan prostat.
Turberkolosis (TBC) dan masalah paru-paru.
Ambeien (wasir) baru maupun lama.
Sakit kepala sebelah (Migrain).
Rematik (sakit pada persendian).
Pegal linu, nyeri otot dan melancarkan peredaran darah.
Meningkatkan gairah seksual, vitalitas, meningkatkan stamina.

Woow, itu banyak sekali bukan? 

Bukti ini tidak hanya ditunjukan secara Empiris, namun juga berdasarkan penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, terungkap bawah Sarang Semut mengandung senyawa-senyawa aktif yang telah dikenal dalam dunia medis untuk pengobatan beberapa penyakit.

Bagaimana Sarang Semut Membantu Pengobatan Kanker dan Tumor?

Sehubungan dengan Kanker dan Tumor, kemampuan Sarang Semut dalam membantu pengobatan kedua penyakit tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan Flavonoid dalam Sarang Semut. Berikut mekanismenya:

Inaktivasi Karsinogen
Menonaktifkan zat-zat aktif yang menjadi penyebab penyakit kanker dan tumor
Anti Proliferasi
Menghambat proses perbanyakan (duplikasi) sel-sel abnormal yang menjadi penyebab kanker dan tumor
Penghambatan Siklus Sel
Kanker timbul karena terjadi kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel, dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus.  Flavnoid bekerja dengna menghambat siklus pembelahan sel yang abonor (kanker) tersebut.
Induksi Apostopis dan Diferensiasi
Merangsang proses bunuh diri sel –sel kanker
Inhibisi Angiogenesis
Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan / nutrisi bagi perkembangan sel kanker.  Apabila sel kanker itdak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker tersebut akan mati
Pembalikan Resistensi Multi-Obat
Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi / kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi

Selain Flavonoid, Kandungan Apa saja yang terdalam Sarang Semut?

Tokoferol dan 
Polifenol yang berungsi sebagai antioksidan dalam tubuh
Tanin 
Merupakan astringent, digunakan untuk mengobati diare, hemostatik (menghentikan pendarahan) dan wasir.
Magnesium
Mempunyai peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa dan aktifitas neuromuskuler
Kalsium
Besi
Fosfor
Natrium
Seng

(Sumber Informasi: Deherba)

Bagaimana Cara Mendapatkan Sarang Semut secara Online?

Terima kasih pada teknologi, sekarang Anda bisa memesan Sarang Semut baik ekstraknya maupun yang mentah melalui online.




Whats App di nomor 081.393.00.4879 atau melalui Email: ChandraMalini81@gmail.com



Ingat ya, Herba kami diproduksi di Papua dan Dikirim langsung dari Timika, Papua jadi DIJAMIN KEASLIANNYA!!!!


Salam,
Ibu Chandra

Sunday, August 27, 2017

Kepiting Karaka dari Kabupaten Mimika

Amole!





Ada satu hasil laut yang sering kita jumpai di pasar-pasar tradisional di kota Mimika yaitu Kepiting Hitam, yang bahasa lokalnya di kenal dengan nama Karaka. Karaka hidup di pedalaman hutan bakau di pesisir pantai, kawasan yang banyak di huni oleh Suku Kamoro.

Sekilas tentang Suku Kamoro

Suku kamoro adalah suku asli Kabupaten Mimika, suku ini bermukim di wilayah dataran rendah (low-land), sebagian besar mendiami sepanjang 300 k pesisir selatan Papua.  Dari segi bahasa, mereka bersaudara dengan suku Asmat yang tinggal disebelah timur yang juga terkenal dengan kesenian mereka.  Suku Kamoro termasuk kelompok yang hidup dari meramu, memanfaatkan alam sekitar, terutama pohon sagu sebagai makanan utama, dan hasil laut.  Memiliki rasa seni yang termasuk tinggi diantara suku-suku di Papua, terutama seni ukir. Berpostur tubuh tinggi sehingga mudah di bedakan dengan suku lain.  Berburu hasil laut seperti ikan, udang dan karaka menjadi usaha sehari-hari. 



Bagaimana Karaka di Tangkap?
Karaka di tangkap dengan cara yang masih tradisional yaitu di lubang-lubang pohon bakau yang tumbuh subur di sepanjang pesisir pantai, dimana hasil tangkapannya sangat memuaskan karena kepiting disini mempunyai ukuran besar, daging berasa lezat dibadingkan kepiting jenis lain yang berukuran kecil.  Namun sejak Menteri Susi Pujiastuti menjabat Menteri Perikanan, karaka yang berukuran besar (hampir 1 kilogram per ekornya) dilarang di perjual belikan karena mengandung telur dimana sangat penting untuk menjaga kelestarian Karaka itu sendiri di Alam.

Kandungan Gizi Karaka

Daging Karaka mengandung lemak dalam jumlah yang rendah (sekitar 1 gr / 100 gr) dan Asam Lemak Jenuh rendah sekitar (0.1 gr / 100 gram) serta kaya akan kandungan zat Omega -3.  Sehingga Karaka banyak di buru orang karena lebih sehat di bandingkan mengkonsumsi daging unggas ataupun daging kambing / sapi.

Karaka juga tinggi akan Vitamin B12 yang berguna untuk menghasilkan energi dan pertumbuhan. Kaya akan Mineral, Zinc, Copper dan Selenium yang bermanfaat sebagai antioksidan. Selenium sebagai pencegah kanker dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah peradangan.  Mineral Copper berfungsi sebagai komponen enzim redox, pembentukan sel darah merah, otot, syaraf, tulang dan otak, serta mencegah penyakit tulang dan syaraf.  Mineral Zinc berfungsi untuk komponen pembentuk Enzim-enzim tubuh, sel darah merah, sistem kekebalan tubuh, mencegah pembesaran prostat dan mencegak kerontokan rambut.

Cara Memasak Karaka supaya tetap sehat

Kepiting paling enak dimasak dengan cara digoreng memakai minyak kelapa dalam jumlah banyak, hindari mengolahnya dengan cara direbus karena akan mengurangi kelezatan dari rasa daging kepiting itu sendiri.
Meskipun kepiting lezat, Anda harus berhati-hati karena daging kepiting mengandung basa purin yang bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Jadi untuk pengidap penyakit asat urat atau gout dianjurkan untuk membatasi atau menghindari hidangan berbahan dasar kepiting, disamping itu kandungan Kolesterol cukup tinggi yaitu sekitar 76 mg / 100 gr. Anjuran konsumsi kolesterol sehat per hari sekitar 300 mg. Kesimpulannya, makan kepiting berukuran sedang maksimal 3 ekor per hari sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi.

Cara Mengolah Karaka yang Benar dengan Perebusan

1.       Tikam dada kepiting atau pukul kepala kepiting untuk mematikan si kepiting
2.       Jika tidak yakin sudah mati atau belum, masak kepiting hidup-hidup dalam air mendidih hingga kepiting berwarna merah (kurang lebih 10 menit)
3.       Bersihkan bagian dada kepiting, buka dari bagian bawah, keluarkan insang-insang dan kotorannya.  Cuci kembali, termasuk capit-capitnya.
4.       Rebus kembali kepiting, termasuk capit-capitnya dalam air mendidih selama 5-10 menit.  Tambahkan sedikit garam.
5.       Kepiting siap diolah lebih lanjut

Cara Mengolah Karaka yang Benar dengan Digoreng Langsung
Jika memutuskan untuk menggoreng Karaka, skip no.2  Lalu ketika sudah dibersihkan bagian dada dan insangnya. Karaka bisa langsung di goreng dan dimasak sesuai selera


**************************Beli Online Kepiting Karaka********************************
Kami melayani pembelian Karaka langsung dari Timika, Papua dengan ketentuan sbb:

UNTUK PEMBELI DILUAR PAPUA

Harga saat ini adalah Rp. 1.300.000,00 per 10 kilogram. Satu kilogram bisa terdiri dari 3-4 kepiting ukuran sedang.

-         1.  Minimal pembelian 10 kilogram.
-          2. Harga dan persediaan fluktuafif jadi hubungi kami terlebih dahulu.
-          3. Harga belum termasuk Ongkos Kirim dari Timika, Papua
-          4. Pengiriman menggunakan Cargo Garuda.
-          5. Ada surat / dokumen resmi.
-          6. Kepiting di bungkus dalam keadaan hidup menggunakan daun bakau.
-         7. Kepiting di packing dalam kardus, jika menginginkan styrofoam box harap konfirmasite rlebih dahulu karena harga di atas TIDAK TERMASUK BOX STYROFOAM.

UNTUK PEMBELI DI KOTA TIMIKA, CASH ON DELIVERY BANDARA MOZES KILANGIN, TIMIKA

Biasanya ada beberapa customer kami menginginkan oleh-oleh kepiting dan diantar ke Bandara Mozes Kilangin untuk itu silahkan hubungi kami di 081.393.00.4879 atau 0811.498.4879 (Ibu Chandra)

Harga saat ini adalah Rp. 350.000,00 per 2 kilogram. Dua kilogram berisi 7-8 kepiting ukuran sedang.
-          1. Minimal pembelian 2 kilogram.
-         2.  Harga dan persediaan fluktuafif jadi hubungi kami terlebih dahulu.
-         3.  Harga sudah termasuk Ongkos Kirim dari Timika, Papua
-         4.  Pembayaran cash di Bandara
-          5. Ada surat / dokumen resmi
-          6. Kepiting di bungkus dalam keadaan hidup menggunakan daun bakau
-       7. Kepiting di packing dalam kardus, jika menginginkan styrofoam box harap konfirmasi terlebih dahulu karena harga di atas TIDAK TERMASUK BOX STYROFOAM

sSumber Informasi dan Foto:
http://backupbensehat.blogspot.co.id/2015/06/cerita-ptt-masih-sekedar-bercuap.html
http://www.kompasiana.com/1973_nila/karaka-kepiting-hitam-khas-papua-sehat-untuk-tubuh_5535a5bf6ea8343c14da4304




Thursday, April 27, 2017

Bahan Baku dan Pewarnaan Noken, Sebuah Perkenalan Bagian 4

Amole! Hallo pecinta Batik dan Kerajinan Khas Papua,

Horeee!!! Akhirnya masuk bagian ke 4 jugaaaa setelah kemaren sempat ada kejadian ketikan hilang gara-gara lupa menyalakan data seluler sehingga data-data yang diketik tidak tersimpan. Dan mengganti data yang hilang kemaren, pagi-pagi saya langsung cus ke perpustakaan daerah, pinjam komputernya (free wifi). Jika ketinggalan postingan sebelumnya berikut saya rangkum ya...

Apa itu Noken? Sebuah Perkenalan Bagian 1
Makna Filosofis Noken? Sebuah Perkenalan Bagian 2
Bahan Baku Noken? Sebuah Perkenalan Bagian 3

Pada postingan terakhir Bagian 3, kita sudah menyinggung Kulit Kayu dan Serat Pohon sebagai Bahan Baku Noken. Nah sekarang kita lanjutkan dengan bahan baku berikutnya yaitu Rumput Rawa, Daun Pandan dan Rotan Hutan.


C.  Rumput Rawa - Sesuai sebutannya, rumput rawa tumbuh di tanah berair, seperti tanah lumpur, tanah basah rawa, dan tanah air lumpur.  Bahasa daerah ada yang menyebut Ikiya.  Rumput ini tumbuh liar dan merupakan bahan baku Noken anyaman.  Umumnya berlokasi di pinggiran sungai, kali, telaga, dan danau, terutama di Wakeitei sekitar Danau Tigi, kali Mugoudide dan Enagotadi disekitar Danau Paniai, serta sepanjang rawa-rawa berair di Merauke, Provinsi Papua; juga beberapa sungai atau kali kecil dan rawa-rawa di daerah suku Tehit, suku Imeko di Sorong Selatan, Papua Barat.
      Rumput rawa yang dipilih adalah yang masih muda karena lentur dan kuat, sedangkan rumput yang tua kaku dan getas.  Pengolahan rumput rawa tidak menggunakan peralatan karena mudah dicabut dan dibelah pakai tangan perajin. Waktu pengupasan bahan baku kulit kayu dilakukan pada siang hari.  tempat pengupasannya, kadang dilakukan dihutan, bekas kebun / ladang tempat bahan baku itu diambil dan kadang pengupasan dilakukan di rumah.  Bahan baku ini sangat mudah diperoleh, namun kini mulai berkurang dan langka karena warga sekitar melakukan pembakaran rumput itu pada musim kemarau, dan memakan waktu cukup lama untuk tumbuh kembali.

Proses pengolahan rumput rawa yaitu;

  1. Pemilihan Rumput Rawa - Rumput rawa yang muda mudah dicabut dengan menggunakan tangan.  jika sulit di cabut berarti rumput sudah tua dan tidak boleh dipotong dengan pisau / parang karena akan merusak pertumbuhan rumput baru.  bahan rumput yang sudah tua tidak digunakan karena kualitas Noken yang dihasilkan tidak tahan lama dan mudah rusak, mudah patah karena keras.
  2. Pembelahan Rumput Rawa - Rumput rawa yang daunnya besar biasanya dibelah terlebih dahulu.  bagian daun rumput yang nampak besar biasanya digunakan sebagai bahan baku anyaman, sedangkan yang kecil dan tipis akan dipintal  untuk dijadikan tali sebagai bahan baku noken rajutan.
  3. Penjemuran rumput rawa- rumput rawa yang sudah di cabut dibawa pulang dan dijemur di halaman menggunakan sinar matahari hingga kering.  Setelah kering rumput rawa dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan noken.

D.  Daun Pandan - Daun pandan banyak tumbuh baik di tanah kering maupun basah.  daun pnadan ada beberapa jenis dan selalu gunakan untuk atap rumah dan koba-koba, ada pula yang digunakan sebagai payung sat hujan, serta dapat dibuat Noken.  Perajin Noken akan memilih dan mengambil daun yang sudah tua karena keras dan kuat, sedangkan daun yang masih muda tidak boleh diambil karena masih lembek dan tidak tahan lama bila dibuat sebagai bahan baku Noken.  kriteria pemilihan daun pandan ini sekaligus menjadi cara orang Papua memelihara kelestarian lingkurangan. Selain sebagai bahan baku noken anyaman, daun pandan juga dimanfaatkan untuk dijadikan dompet, payung, dan atap rumah.  Proses pengolahan daun pandan yaitu;
  1. Pemilihan Daun Pandan.  Daun pandan berbeda dengan rumput rawa, jika rumput rawa harus mengambil daun yang muda , sedangkan daun pandan justru harus diamil yang tua agar lebih kuat dan tahan lama.  daun pandan diambil dengan cara dipotong dengan parang atau gunting besar.  daun pandan di bAwa pulang kerumah untuk diproses.
  2. Pembelahah daun pandan.  Daun pandan dapat dibelah menggunakan pisau tipis mengikuri urat daun dengan ukuran yang sama dengan  menggunakan pisau tipis, ada pula yang sudah menggunakan alat tertentu agar memiliki ukuran yang sama.
  3. Penjemuran daun pandan.  daun pandan yang sudah di belah-belah di jemur menggunakan sinar matahari langsung hingga kering.  setelah kering daun pandan dapat dibuat Noken dengan teknik anyaman.

C. Rotan Hutan - Rotan banyak digunakan sebagai bahan baku anyaman. Diberbagai daerah rotan sudah berkembang dengan berbagai bentuk yang beraneka ragam.  noken anyaman dari bahan baku rotan tidak hanya terbatas pada bentuk tas saja melainkan sudah pada berbagai bentuk sesuai kebutuhan masyarakat Papua sehari-hari.  Dalam hal ini rotan sudah berfungsi lebih luas.  
     Perajin Noken memanfaatkan rotan hutan yang masih muda ataupun yang sudah tua untuk keperluan yang berbeda.  rotan muda digunakan sebagai tali pengikat keranjang yang disebut Aram, sedangkan rotan tua untuk penyangga Noken.  Pemakaian rota hutan sebagai bahan baku Noken ini banya dilakukan masyarakat di Pulau Yapen timur.
     Proses pengolahan rotan hutan, yaitu;
  1. Pemilihan Rotan Hutan.  Rotan diambil dan dipilih dihutan.  Rotan dengan usia muda dan usia tua sama sama memiliki manfaat.  Para pengrajin rotan dapat mengambil rotan sesuai dengan fungsi yang ingin dibuat.  rotan dibersihkan terlebih dahulu dari pelepah yang berduri, setelah itu dipotong menggunakan parang atau kapak dan dikumpulkan untuk dibawa ke rumah.
  2. Perawatan rotan agar terhindar dari jamur.  Rotan yang sudah dibawa ke rumah diolah dengan cara diawetkan agar terhindar dari jamur Blue Stain.  Secara garis besar terdapat dua proses perawatan bahan baku rotan: a.) Pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang / besar dan b.) pengasapan dengan belerang untuk rotan yang berukuran kecil.
  3. Pengeringan Rotan - Rotan yang sudah dilakukan perawatan, dikeringkan dengan sinar matahari. Selanjutnya rotan dapat diolah menjadi belahan yang dapat dianyam.
Nah tuntas sudah kita membahas Bahan Baku ya, sekarang kita lanjutkan ke Proses Pewarnaan Bahan Baku Noken.

PROSES PEWARNAAN BAHAN BAKU

Proses pewarnaan bahan baku Noken dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pada saat pemintalan maupun pada saat bahan baku diolah.  Pewarnaan yang digunakan adalah pewarna alam dan buatan.  Prinsipnya memberi warna pada produk Noken dilakukan sebelum Noken selesai terbentuk.  Secara tradisional mewarnai benang pintalan dengan pewaran alam menggunakan tangan sering dilakukan oleh Mama-Mama Noken, hai ini dilakukan agar lebih mudah.  Warna warna yang digunakan disesuaikan dengan selera atau kesukaan Mama- Mama pembuat Noken.  Mereka tidak memiliki desain tersendiri untuk menentukan warna pada Noken.  Oleh sebab itu Mama Mama Noken kesulitan membuat Motif pada Noken rajut jika menggunakan cara tradisional seperti ini.  Maka motif yang didapat pada Noken rajut cenderung garis garis yang dibedakan dengan warna saja tidak ada yang lain.

"Warna yang digunakan merupakan warna yang disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat Papua. Yang paling dominan adalah warna merah, putih, hitam, kuning, dan coklat.  Warna-warna ini sangat akrab dengan alam dan kehidupan masyarakat Papua dan Papua Barat.  Masing-masing suku diPapua dan Papua barat memiliki ciri khas terhadap pewarnaan pada Noken"

Proses pewarnaan menggunakan bahan pewarna alam atau buatan dilakukan dengan dua cara;
Cara pertama:
  • Bahan baku yang siap digunakan untuk rajutan Noken dan anyaman dicelup / direndam dalam larutan pewarna alam yang sudah disiapkan.  Biarkan hingga semalam agar warna menyerap sempurna.
  • bahan baku tersebut diangkat dan ditiriskan hingga kering.  Setelah kering dapat dilakukan pembuatan Noken
Cara Kedua:
  • Bahan baku yang sudah siap dipintal dan dianyam dapat dibuat Noken.  Pada saat bagian-bagian tertentu akan diberi warna, maka pengrajin Noken mengoleskan warna yang diinginkan pada bahan baku pintal atau anyam, setelah itu baru dilanjutkan merajut atau menganyam kembali, begitu seterusnya hingga warna yang diingkan sudah semua dapat diberikan pada Noken.
  • Proses pengeringan dilakukan dengan cara diangin-anginkan saja, biasanya pewarna dengan cara oles ini akan cepat kering saat pembuatan Noken.  Namun teknik warna seperti ini kadang tidak kuat dan mudah luntur.
"Diperlukan sebuah penelitian dari Komunitas Noken untuk mengembangkan pewarnaan baik alam dan buatan yang dapat mempertahankan kualitas dari Noken itu sendiri agar tampak kuat, tahan lama dan warna tidak mudah luntur"

A. PEWARNA ALAM - Bahan pewarna alam berasal dari alam berupa buah, daun, tanah dan akar.  Pewarna alam dan pengolahannya yang biasa digunakan oleh pengrajin terdiri dari:
  1. Warna Merah - Warna merah dihasilkan dari pohon dihutan yang memiliki biji merah, beberapa suku menyebutnya dengan nama Yonggo Ibu.  Biji merah Yonggo Ibu diolah dengan cara ditumbuk hingga keluar air berwarna merah, lalu diberi penetap warna air arang dan getah pohonnya agar warna merah tidak berubah warna.
  2. Warna Putih - Warna putih dihasilkan dari kerang biya berasal dari laut.  Kerang biya juga diolah dengan cara ditumbuk dan bubuk putih yang dihasilkan juga diberi air getah pohon agar warna putih tahan lama.
  3. Warna Hitam - Warna Hitam diambil dari warna arang.  Arang yang digunakan dari pohon pinus atau yonkori.  Cara pengolahannya juga ditumbuk dan bubuk hitamnya dapat langsung dipakai untuk mewarnai
  4. Warna Coklat - Warna coklat diambil dari tanah.  Tanah yang berwarna coklat direndam dalam air, endapannya yang halus di campur degnan air getah pohon dan dapat digunakan untuk mewarnai
  5. Warna Kuning - Warna kuning didapatkan dari kunyit.  Kunyit diolah dengan cara ditumbuk dan sari pati kunyit yang masih kental dan berwarna kuning diberi air getah pohon agar tidak mudah luntur.
  6. Warna Hijau - Warna Hijau diperoleh dari Daun Nerica.  Daun nerica di olah dengan cara ditumbuk, dair daunnya yang berwarna hijau dapat diberi air getah agar tahan lama.\
  7. Warna ungu - Warna ungu biasa dipakai Mama-Mama Noken dari bunga ungu.
B. PEWARNA BUATAN - Bahan pewarna buatan yang biasa digunakan oleh pengrajin Noken biasanya mengambil dari warna yang dibuat oleh pabrik.  ada beberapa pengrajin yang memanfaatkan pewarna tinta stempel atau spidol untuk memberi warna pada Noken.  Ada pula yang telah menggunakan wantex atau pewarna tekstil untuk merendam bahan baku Noken.  Tentunya Noken yang menggunakan warna buatan lebih tahan lama dan tidak mudah luntur dibanding dengan warna alam.  Seperti pada benang pintal yang sekarang sudah dilakukan untuk membuat Noken dari bahan sintetis.

Sumber: Modul Pengembangan Muatan Lokal Noken
Diterbitkan oleh: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013

Wednesday, April 26, 2017

Bahan Baku Noken, Sebuah Perkenalan Bagian 3

Amole! Hallo Pecinta Batik dan Kerajinan Khas Papua,

Terima kasih karena masih mengikuti postingan saya tentang Noken.  Jika ketinggalan, Anda bisa membaca Artikel sebelumnya yaitu Apa itu Noken? Sebuah perkenalan Bagian 1 dan Makna Filosofis Noken? Sebuah Perkenalan Bagian 2.   Dan kita masuk ke bagian terakhir yaitu Pembuatan Noken. Sambil menahan dingin ruangan AC diperpustakaan Daerah Mimika. Saya berharap artikel yang disajikan bisa menambah wawasan Anda tentang Noken. Seperti yang tertulis pada buku Modul yang saya pakai sebagai sumber informasi, Noken mengalami penurunan dalam jumlah dan tingkat popularitas di kalangan Anak Muda. Dan itu sangat disayangkan karena Noken menurut saya karya yang unik, yang lahir dari kebudayaan Papua.

Noken umumnya dibuat oleh Mama-Mama Papua. Istilah yang digunakan adalah "Mama-Mama Noken". Sedangkan Laki-laki yang membuat Noken disebut "Bapak Noken Anggrek". Bapak Noken Anggrek berasal dari Suku Mee. Jumlah para perajin Noken ini tidaklah banyak dan umumnya tidak bisa membaca dan menulis. Namun begitu mereka terampil membuat kerajinan tangan Noken. Adapula yang sudah berusia lanjut, sementara tidak banyak generasi penerus yang mampu menghasilkan Noken seperti yang dibuat Mama Mama Noken.

PEMILIHAN BAHAN BAKU NOKEN

Pemilihan Bahan Baku disesuaikan dengan kebutuhan dan kearifan rakyat Papua setempat, serta dipertimbangkan sumber daya alam yang tersedia serta letak Geografisnya. Beberapa Contoh Bahan Baku Noken adalah:
  • Pohon Ganemon / Melinjo
  • Pohon Mahkota Dewa
  • Pohon Beringin
  • Pohon Yonkori
  • Rumput Rawa 
  • Pohon Pandan
  • Pohon Rotan
  • Pohon Anggrek

Jenis dan Pengolahan Bahan Baku - Pohon-pohon di atas yang akan diambil manfaatnya adalah

A.  Kulit Kayu
           Kulit kayu merupakan bahan baku Noken yang paling populer. Kulit kayu memiliki serat yang disebut Serat Kayu. Serat ini diambil dengan cara memisahkan kulit dari batang pohonnya. Peralatan yang digunakan hanya tangan dan alat bantu sederhana. Berikut prosesnya:
  1. Pemilihan Batang Pohon. Pohon yang dipilih adalah pohon yang berusia muda sekitar 1-3 tahun, supaya tidak sulit untuk melepaskan kulit dari batang pohonnya dan melepaskan serat dari kulit batangnya. Pohon yang sudah besar dan tua jarang dipakai tetapi kalau bahan puma bebu (serat puma), damiyo bebi (serat damiyo) bisa dipakai karena meskipun besar masih tergolong muda sehingga tidak lengket saat pengupasan kulit.
  2. Tebang Pohon.  Penebangan pohon dilakukan dengan cara yang sangat sederhana dengan parang dan kapak dan tidak menggunakan mesin.  Jarak antar pohon mesti diperhatikan supaya hutan tidak nampak gundul dan memberi kesempatanan tunas muda.  Pertimbangan lain dalam menebang lainnya adalah setelah menebang satu pohon, saat itu juga di tanam tanaman pengganti di lokasi yang sama.
  3. Bersihkan ranting, daun dan potong bagian pucuk pohon.  Serat yang baik terdapat pada batang tengah, sehingga ranting, daun, dan pucuk pohon tidak diperlukan dan harus disingkirkan supaya mudah mengulitinya.  Kemudian, batang pohon ini di belah menjadi beberapa bagian.
  4. Kulit kayu dipisahkan dari batang Pohon.  Batang pohon yang sudah dibelah dikuliti dengan menggunakan pisau. Batang pohon dibersihkan dari kotoran yang melekat.  Pisahkan kulit kayu dari ujung batang dengan menggunakan tangan. Batang pohon yang tidak terpakai dapat dijadikan kayu bakar.

B. Serat Pohon - Serat Pohon merupakan sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang yang terdapat pada kulit kayu.  Biasanya diambil dari batang pohon yang masih muda sehingga kulitnya mudah dikupas dan dibeset seratnya dengan tangan ataupun dengan peralatan sederhana seperti pisau.  Serat pohon merupakan bahan baku Noken dengan teknik pintal. Bahan baku serat dihasilkan dengan dua cara yaitu batang pohon dan dari kulit kayu. Proses pengolahan bahan baku dari serat pohon adalah
  1. Pemilihan Batang Pohon.  Batang pohon yang dipilih memiliki serat kayu seperti pohon ganemon, mahkota dewa, beringin dan sebagainya. Usia pohon muda sekitar 6 bulan hingga 2 tahun, sedangkan pohon tua sekitar 2-10 tahun.
  2. Pemukulan Batang Pohon.  Batang pohon dipukul-pukul terlebih dahulu untuk memudahkan pemisahan kulitnya.  Setelah itu batang pohon akan terpisah antara kulit luar dengan isinya. Disini akan dipilah antara mana yang digunakan untuk Noken.
  3. Perendaman Kulit kayu dan Serat Pohon.  Kulit kayu yang ada serat pohon dipisahkan dari batang pohon.  Untuk memudahkan pengambilan serat, dilakukan perendaman di air.  Jika serat masih keras membutuhkan waktu seharian dan jika lunak hanya membutuhkan waktu perendaman hingga 3-4 jam.
  4. Pengeringan serat Pohon.  Serat pohon yang sudah dapat dipisahkan dari batang phon lalu dijemur agar kering.  Pengeringan dilakukan dengan dua cara yaitu; diatas tungku api rumah dan panas sinar matahari. Tapi pengrajin banyak menggunakan tungku api rumah agar mudah dipisahkan serat pohonnya.  Serat pohon yang sudah kering dapat diurai agar menjadi benang.
Sebetulnya sudah mengetik banyak tapi mati lampu tiba-tiba dan banyak data yang hilang. Duh maafkan ya. Untuk sementara ini dulu besok kita sambung lagi dengan Bahan Baku yang lainnya...

Sumber: Modul Pengembangan Muatan Lokal Noken Papua. Diterbitkan oleh Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2013

Timikaunique di bukalapak.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...